Kamis, 02 Juli 2015

Marouane Fellaini, from Zero to Hero

From zero to hero. Dari nol menjadi pahlawan. Kalimat yang pantas untuk seseorang yang tidak diduga justru menjadi pahlawan. Saya mendapat kalimat tersebut ketika membuka Youtube dan di channel JSMHEProduction terdapat sebuah video dengan judul Marouane Fellaini - From Zero To Hero  dan membuat saya merasa tertarik untuk dijadikan bahan tulisan.

Saya sependapat dengan judul video tersebut. Ya, sebagai fans Manchester United dari layar kaca, di musim 2014/2015 Fellaini memang menjadi pemain yang penting untuk permainan dari sang manajer, Louis van Gaal. Musim perdananya, 2013/2014 dia sangat tidak terlihat peranannya di tim. Menurut statistik di Squawka, bahkan dia hanya bermain sebanyak 16 penampilan. Menurut fans Manchester United itu adalah sebuah kerugian besar mendatangkan Fellaini dengan harga 32juta Euro.

Bila mengingat musim 2013/2014, Manchester United untuk pertama kalinya nama manajer di tim bukanlah Sir Alex Ferguson. Seorang yang selama 26 musim selalu mendampingi tim United dari pinggir lapangan. Seorang yang mendapat panggilan Opa/Uncle dari para fans Manchester United di seluruh dunia. Seorang yang khas dengan permen karetnya. Dan, seorang yang terkenal selalu mempengaruhi wasit ketika United bertanding.

Lewat tulisan ini, saya mengungkapkan rasa rindu kepada seseorang yang bernama lengkap Alexander Chapman Ferguson. Orang Skotlandia yang takut pada istrinya, Cathy. Ketika United bertanding di Old Trafford atau di stadion manapun, saya sangat merindukan dia ada di bench dengan muka sangarnya. Memarahi para pemainnya, melawan keputusan wasit, dan beradu mulut dengan manajer tim lawan. Terdengar watak yang keras, memang. Tapi dengan seperti itu, United berhasil menjuarai 38 trofi dalam waktu 26 tahun.

Berdasarkan sejarah dari beberapa sumber, tahun perdananya sebagai manajer United berjalan sangat sulit. Bahkan di tahun 1990, beliau berada pada tahun pemecatan. Tetapi seiring berjalannya waktu, beliau dikenal sebagai manajer sepak bola tersukses di Inggris. From zero to hero. Walau sebelum menjadi manajer di United, beliau sukses menjadi manajer tim sepak bola Skotlandia, Aberdeen.

Cerita yang hampir sama dialami oleh Marouane Fellaini. Dia kesulitan pada musim perdananya. Ditransfer dari Everton, mantan tim yang sama dengan David Moyes, banyak pendukung United yang mengkhawatirkan transfer tersebut adalah sebuah panic buying oleh David Moyes. Bagaimana tidak, United gagal mendapatkan Thiago Alcantara yang lebih memilih Bayern Munchen. Sedangkan United sangat membutuhkan pemain tengah berkualitas untuk menggantikan Paul Scholes yang pensiun (kedua kalinya). Kedekatan Fellaini dengan David Moyes di Everton membuat Roberto Martinez, manajer pengganti David Moyes di Everton merelakan transfer Fellaini ke United.

Kita lupakan sejenak musim perdana yang buruk dari Fellaini, karena hanya bermain sebanyak 16 penampilan, dan cidera lengan di bulan Desember 2013 sampai Februari 2014. Silahkan Anda menyempatkan menonton tayangan video di Youtube dari channel JSMHEProduction berikut ini :


Video diatas adalah rangkuman penampilan dari Fellaini di musim 2014/2015, musim keduanya bersama United. Saya sendiri melihatnya merasa bangga. Akhirnya dia bisa menampilkan permainan (yang semoga bukan) penampilan terbaiknya. Semoga dia mampu menunjukkan penampilan yang lebih baik lagi setidaknya di musim ketiganya di United.

Dalam video tersebut, terdapat cuplikan Fellaini melakukan teknik roulette, mendribling bola sambil memutar diatas bola. Teknik tersebut terkenal dilakukan oleh legenda sepak bola Prancis, Zinedine Zidane. Setelah cuplikan tersebut, Fellaini melakukan operan menggunakan betis sampai melakukan teknik nugmeg. Atas dasar ini, Pangeran Siahaan, penulis dan presenter bola bein sport Indonesia menjulukinya di twitter dengan Zinedine Fellaini. Mungkin karena mempunyai wajah yang sama, wajah orang timur tengah.

Pada bulan April 2015, Fellaini pun sempat membuat Jose Mourinho, pelatih Chelsea, hampir merubah formasi dan taktik Chelea saat United bertandang ke Stamford Bridge. Mou, sapaan dari Mourinho hampir melakukan demikian karena mengetahui Fellaini tidak akan bermain dalam pertandingan melawan timnya. Mou mengetahui hal tersebut dari doorman hotel skuad Chelsea berada sebelum bertanding. Sang doorman mengatakan kepada Mou, bahwa Fellaini telah bertemu dengan Eden Hazard. Dilihatnya, Fellaini menerima tiket pertandingan antara Chelsea melawan Manchester United. Mou, langsung membuka google, mencari adik Fellaini. Kemudian Mou menanyakannya kepada doorman. Ternyata sang adik dari Fellaini, Mansour, yang mempunyai wajah mirip dengan Fellaini yang telah bertemu dengan Eden Hazard. Karena wajahnya yang mirip tersebut, sang doorman, mengetahui dia adalah Fellaini.

Begitu penting kah seorang Fellaini untuk diberi perhatian khusus oleh Mou? Sampai-sampai Mou berniat merubah taktik untuk menghadapi United karena Fellaini tidak akan bermain. Dalam pertandingan yang dimenangkan oleh Chelsea dengan skor 1-0, Fellaini sukses dikawal oleh Kurt Zouma, yang berposisi sebagai bek Chelsea.

Sebelum pertandingan United menghadapi Chelsea, memang Fellaini kerap menempati posisi striker, atau lebih tepatnya di belakang striker utama. Ketika Falcao dan Robin van Persie tidak bermain dalam starting line-up United, van Gaal menempatkan Fellaini di posisi di belakang striker dan Rooney menjadi ujung tombak dari United.

Contohnya pada saat United melawan Tottenham Hotspurs, di bulan Maret 2015. Rooney menjadi satu-satunya striker yang dibantu oleh 3 pemain United di belakangnya, yaitu Ashley Young di sisi kiri, Fellaini di tengah, dan Juan Mata di sisi kanan United. Karena tipikal Rooney yang sering bermain lebih ke belakang, membantu pertahanan United, Fellaini lah menggantikan posisi yang ditinggalkan Rooney. Fellaini sukses membuat pertahanan Spurs berpaling yang terkadang membuat pergerakan Rooney tak terkawal. Atau sebaliknya.

Ketika di menit ke 8, Rooney mendapatkan pengawalan dari pemain belakang Spurs, Dier dan Vertonghen. Sedangkan Fellaini hanya dikawal oleh Mason. Permainan passing dari Bind ke Carrick, membuat Mason melepas kawalan Fellaini yang lebih memilih menekan dan menutup sudut depan dari Carrick. Hasilnya Fellaini berlari ke depan tanpa pengawalan yang membuat skor berubah 1-0 untuk United. Fellaini dengan cerdas melepaskan tembakan menggunakan kaki kirinya ke gawang Lloris hasil umpan terobosan dari Carrick. Luar biasa. Itu adalah salah satu gol favorit saya yang dicetak oleh Fellaini.

Menit ke 18, terjadi tendangan pojok untuk United. Tendangan pojok di sebelah kiri yang diambil oleh Juan Mata. Tidak seperti biasanya Juan Mata mengambil tendangan pojok sebelah kiri yang biasa diambil oleh Rooney. Juan Mata memberikan bola kepada Fellaini. Seperti ini biasa dilakukan oleh pemain-pemain United jika memberikan bola tinggi, Fellaini dijadikan sebagai target man. Seperti digunakan untuk memantulkan bola dari permainan United yang ditindak lanjuti oleh pemain yang didekat Fellaini. Atau sesekali Fellaini menahan bola untuk dikuasai oleh dirinya sendiri. Setelah Fellaini menerima umpan dari Juan Mata hasil tendangan pojok, Fellaini menyundulnya menuju gawang, akan tetapi berhasil di blok oleh Chadli yang menjadikan bola liar menuju ke arah Carrick. Carrick menyundul bola ke tiang jauh dan gol untuk United. 2-0. Skema tendangan pojok tersebut terlihat kebetulan, akan tetapi peran Fellaini sangat membantu terjadinya gol. Luar biasa, Fellaini.

Tibalah menit ke 33 dalam pertandingan tersebut. Ketika pemain-pemain Spurs bermaksud membangun serangan lewat Dembele (yang baru masuk menggantikan Townsend) dan memberi umpan pendek kepada Eriksen. Eriksen langsung mendapatkan pressing oleh Fellaini, sehingga Eriksen langsung saja memberikan bola kepada Bentaleb. Akan tetapi Bentaleb melakukan kesalahan dalam passing. Rooney yang berposisi sebagai striker tunggal langsung memanfaatkan kesalahan passing yang dilakukan oleh Bentaleb. Alhasil, dengan melewati 3 pengawalan dari pertahanan Spurs, Rooney berhasil menembakkan bola ke gawang Lloris. 3-0 untuk United yang menjadi penutup gol dari pertandingan tersebut. Walau tidak melakukan passing, pengaruh Fellaini dalam menekan Eriksen sangatlah tepat. Sehingga, Fellaini sangat berpengaruh dari ketiga gol tersebut. Luar biasa.

Untuk lebih mengerti cuplikan-cuplikan gol yang tertulis diatas, saya menyediakan video dari Youtube untuk bisa ditonton. Berikut cuplikan dari ketiga gol diatas :



Jendela trasnsfer musim panas 2015 sudah dibuka, United sudah mendapatkan Memphis Depay. Seorang winger yang terkadang bermain sebagai striker sayap. Sampai saat ini tempat untuk Fellaini di starting line-up United masih aman. Paling tidak, saat United belum mendapatkan pemain tengah maupun striker.

Akan lebih menarik apabila van Gaal berhasil mendatangkan Harry Kane, yang akhir-akhir ini diberitakan United tertarik untuk merekrutnya. Apakah masih menggunakan Fellaini yang digunakan sebagai target man bola-bola udara? Atau kah Fellaini terganti oleh pemain yang baru didatangkan di musim panas tahun 2015 ini? Masih terlalu dini untuk meraba-raba komposisi starting line-up yang akan diturunkan oleh van Gaal setiap minggunya. Akan tetapi, sangat menyenangkan apabila harus mengakui di musim keduanya bersama United sangatlah luar biasa. From zero to hero. Fellaini juga merupakan pemain penting bagi klub lamanya, Everton. Jadi, semoga Fellaini mempunyai nasib yang sama seperti Sir Alex Ferguson di United, yaitu nasib from zero to hero.

Kamis, 25 Juni 2015

Curhat Edisi Pengambilan Keputusan

Saya tahu manusia tak ada yang sempurna. Bahkan jika menengok sejarah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan, Adam dan Hawa, mereka berdua melakukan kesalahan besar yang mengakibatkan keturunannya harus menjalankan kehidupan di Bumi. Bisa dibayangkan apabila Adam dan Hawa, nenek moyang manusia tidak melakukan demikian. Keturunannya kekal hidup di surga. Tempat yang digambarkan sangat indah. Kita bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan tanpa bersusah payah. Sangat menyenangkan.

Pernah waktu kecil saya dan teman-teman membahas soal keindahan surga. Tentunya anak kecil dengan sifat polosnya. Kami membayangkan surga seperti yang diceritakan oleh guru spiritual kami di sekolah. Seperti para lelaki akan dikelilingi oleh bidadari dan kita akan menemukan sesuatu yang tidak ditemukan di dunia. Di akhir cerita, guru mengatakan hanya orang-orang tertentu yang akan menempati surga. Merekalah orang-orang yang menjalankan perintah dan meninggalkan larangan dari Tuhan. Dengan hati tulus, saya mohon maaf apabila diantara pembaca ada yang tidak mempercayai adanya surga.

Secara pribadi, saya mengaku tidak terlalu banyak mengetahui tentang ilmu dan pengetahuan. Apalagi tentang ilmu dan pengetahuan tentang agama. Bidang yang lain juga. Bahkan saya tidak pernah menjuarai di kelas selama sekolah. Layaknya tulisan ini kurang menarik untuk dibaca karena penulis memang tidak punya banyak ilmu dan pengetahuan yang dibagikan. Tulisan ini dibuat saat saya sedang mempunyai tugas menyelesaikan skripsi. Saya sempatkan menulis---lebih tepatnya curhat, lewat tulisan ini.
Saya mengalami kesulitan dalam melanjutkan menulis skripsi. Saya mempunyai dosen pembimbing yang terkenal jor-joran. Maksud jor-joran adalah, saya merasa kurang dibimbing. Tulisan saya di skripsi tidak pernah dicorat-coret untuk direvisi. Sampai sekarang---saya selesai penelitian, saya kesulitan dalam menyelesaikan Bab IV. Bingung dan tak tahu harus bagaimana. Dosen pembimbing yang dari awal sudah menyarankan saya untuk konsultasi dengan dosen yang lain.
Alasannya, dosen pembimbing saya kurang menguasai judul skripsi yang saya ambil. Saya sudah konsultasi dengan dua dosen yang lain. Hasilnya, masing-masing dosen mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Satu dosen mengatakan judul tidak cocok, satu dosen lain mengatakan cocok. Setelah itu, saya bingung. Sedangkan dosen pembimbing yang sudah menerima Surat Keputusan dari dekanat mengatakan kepada saya kalau saya harus cepat mengambil keputusan. Saya mengambil keputusan untuk melanjutkan judul skripsi yang telah aku ajukan. Dosen pembimbing saya menerimanya. Hasilnya, saya dibebaskan untuk menentukan rencana penelitian.

Nyata!

Proposal skripsi saya tidak ada yang direvisi. Dosen pembimbing saya hanya menanyakan beberapa hal tentang rencana penelitian. Seperti variabel penelitian, metode penelitian, dan instrumen penelitian. Setelah saya jelaskan semuanya yang ada pada tumpukan kertas HVS ukuran A4, dosen pembimbing saya menerima penjelasan tanpa ada yang direvisi. Akhirnya saya diizinkan untuk penelitian.

Selama penelitian, saya melakukan tahap demi tahap penelitian yang tertulis di Bab III. Saya anggap apa yang sudah saya tulis dalam Bab III adalah benar. Tapi setelah selesai penelitian, saya menemukan kejanggalan. Saya sulit untuk menganalisis data. Saya baca buku yang dulu pernah saya baca, tentang teknik analisi data. ternyata benar, saya salah dalam menggunakan teknik analisis data seperti yang tertulis di Bab III. Maka saya merevisi sendiri apa yang menurut saya salah dengan apa yang menurut saya benar---di Bab III. Sampai sekarang saya masih merasa bingung dan selalu menemukan beberapa kesulitan.

Saya mengalami hal tersebut ternyata berdampak pada banyak hal. Contohnya saya selalu tidak fokus saat beribadah---shalat. Saya selalu kepikiran. Sapa pun sering tidak nyambung saat sedang mengobrol. Karena saya selalu memikirkannya.

Saya menyadari saya orang yang pasif. Seharusnya saya berkonsultasi dengan orang yang lebih mengerti. Tapi dalam hati, saya pantang melakukan. Saya ingin mencari sesuatu dengan sendiri. Ini termasuk karakter, sepertinya. Oh, sebenarnya saya malas melakukan.

Saya mengerti, jika masalah tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena membutuhkan pikiran yang ekstra dan mendalami tentang apa yang saya tulis dalam skripsi. Saya ingin memecahkan masalah itu sendiri. Maksud saya dengan dosen pembimbing. Dari hati paling dalam, saya ingin sekali berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Tapi balik lagi, saya punya traumatik dengan dosen pembimbing yang terkesan jor-joran. Sudah 2 minggu lebih saya berkutik pada menganalisis data yang akan ditulus di Bab IV. Saya belum punya rencana harus bagaimana besok--besoknya lagi---dan besoknya lagi selain saya harus memikirkan dan menyelesaikan Bab IV.

Mungkin bagi pembaca ini adalah masalah yang sangat mudah diselesaikan dengan melakukan beberapa solusi. Sekarang itu! Ya, saya sedang mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, saya curhat lewat tulisan ini. Terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini.

Mungkin saja, dengan cara yang seperti ini, dengan mudah saya menemukan beberapa ide. Saya  pernah membaca artikel di internet, dengan bisa menulis tentang kejadian masa lampau, maka akan bisa menemukan dimana letak kejanggalan dari permasalahan. Memang sih, selama saya menulis ini, saya mengingat-ingat dan memikirkan apa penyebab dari munculnya masalah yang sedang dirasakan.

Dalam hal seperti ini, saya menemukan seperti saya telah membuat kesalahan besar yang tetap melanjutkan dengan judul skripsi saya. Judul yang tidak sesuai dengan bidang kajian dari dosen pembimbing. Dampaknya, seperti Adam dan Hawa, saya terjerumus ke dalam situasi yang tidak menyenangkan. Seharusnya saya mengikuti pendapat dosen yang mengatakan judul skripsi saya  tidak cocok. Mungkin kata tidak cocok disini adalah tidak cocok apabila yang menjadi dosen pembimbing-nya adalah dosen pembimbing yang sudah mendapat Surat Keputusan untuk membimbing skripsi saya.

Disinilah saya merasa sebagai manusia yang tidak sempurna. Oh maksudnya, memang dari dulu saya manusia yang tidak sempurna. Tetapi saya merasa beruntung dilahirkan oleh Tuhan menjadi makhluk yang sempurna daripada ciptaan lainnya.

Yang menjadi pertanyaannya adalah : sebenarnya kita, manusia, termasuk Adam dan Hawa, hidupnya dijalankan sepenuhnya oleh diri sendiri dari insting dan perasaannya sebagai manusia atau hanya takdir Tuhan yang menaruhnya ke dalam sistem  kehidupan manusia-manusia di dunia?

Kamis, 18 Juni 2015

Kuasa Tuhan untuk Iam's

Berawal dari bulan April 2015, saat saya masuk rumah sakit karena infeksi mulut. Dua gigi geraham bungsu harus dicabut melalui operasi. Sebelah kanan dan kiri.

Sedikit cerita tentang dua gigi geraham yang tercabut. Tak perlu dijelaskan bagaimana rasa sakit gigi. Setiap orang pernah merasakan sakit gigi. Bila sampai dioperasi, artinya sakit yang melebihi sakit gigi biasa. Penyebab kenapa sampai dioperasi, karena gusi tidak menyesuaikan dengan gigi geraham bungsu yang tumbuh. Akhirnya gusi membengkak. Dari luar, pipi yang terlihat bengkak. Kata dokter infeksi.

Saat sedang sakit, saya memposting foto-foto pra operasi dan pasca operasi di Instagram (Instagram.com/iam_irkham). Yang terpikir pada saat itu adalah, menyampaikan kabar dan informasi tentang saya akan dioperasi dan sudahdioperasi.

Setiap foto saya beri caption berisi kata-kata membentuk kalimat yang melebihi sisi foto Instagram. Kata-kata yang sangat panjang. Saya pikir mungkin banyak pengikut saya yang jengkel dengan caption yang seperti itu. Atau mereka sangat jengkel dengan saya memposting foto-foto pra dan pasca operasi. Mereka pikir : Lebay. Atau semacamnya.

Ya. Saya berpikir seperti itu. Kenapa? Karena saya ditegur oleh teman-teman dekat saya karena caption-nya (tentu dan fotonya). Saya sempat punya pikiran untuk menghapus foto-foto tersebut. Tapi saya tidak (mungkin belum) menghapusnya sampai sekarang. Paling tidak selama tulisan ini dimuat, dan di Instagram saya masih ada foto tersebut, saya masih punya pikiran  : Informasi tentang jangan menyepelekan sakit gigi itu penting.

Saya tahu, yang dimaksud teman saya adalah untuk tidak terlalu berlebihan. Jangan terlalu berlebihan dalam membuat caption lebih utamanya.

Setelah satu bulan dari waktu saya ditegur, saya mencoba belajar menulis. Bukan untuk mendapat pengakuan (walau hati mengharapkan). Yang utama adalah untuk melatih dalam pemilihan kata dalam berbicara. Ya, saya mencoba dengan kebiasaan menulis menggunakan bahasa Indonesia. Saya orang yang kurang percaya diri ketika harus berbicara. Terkadang saya salah memilih kata. Penggunaan bahasa sehari-hari dengan bahasa Indonesia sering tercampur ketika saya harus berbicara. Kalau orang ngapak menyebutnya "keceplosan". Saya ingin belajar menulis walau sangat jarang membaca dan menulis.

Ternyata dampak dari teguran dan belajar merangkai kata dan kalimat, maka saya membuat blog. Makanya, dibawah judul blog saya beri tulisan "Tidak membuatmu menambah ilmu, sure" yang saya tujukan untuk pengunjung blog. Mungkin belajar menulis bisa dilakukan tanpa membuat blog. Tapi seperti jaman sekarang, menulis digital sudah dilakukan oleh banyak orang. Dan orang bebas untuk menulis apa saja. Karena itu, saya mulai melakukannya.

Hobi baru, mungkin. Tidak ada keyakinan untuk tulisan saya layak mendapat kredit apapun. Melakukan langkah-langkah menulis sesuai yang diajarkan sewaktu SMA pun tidak. Saya orang yang kurang memandang formalitas walau saya dituntut menjadi orang yang lebih formalitas karena status mahasiswa. Skripsi yang sedang dibuat pun tulisannya awur-awuran.

Ketika saya sedang menulis untuk blog, saya berpikir, "Ini adalah kuasa Tuhan" karena saya menulis berawal dari kekosongan.

btw, kalau mau tahu foto di Instagram yang dimaksud diatas, klik ini kemudian coba cari laki-laki yang pakai baju operasi.

Kamis, 11 Juni 2015

Surat untukmu...

Dear, pembaca...
Kalau isi surat ini mengandung kalimat ambigu, maafkan lah. Sengaja ku lakukan untuk memberi kesan yang menyembunyikan untuk umum. Sesungguhnya isi surat ini hanya untuk seseorang. Sangat tidak yakin surat ini akan dibaca langsung untuk orang tersebut. Tapi terlalu gengsi untuk ku sampaikan langsung. Oleh karena itu, semoga akan ada orang yang menyampaikan surat ini kepadanya.

Dear, kamu...
Aku ingat di tahun 2010. Waktu itu aku kecelakaan motor. Aku harus dirawat selama 6 hari karena gegar otak ringan. Sepulang rumah sakit, aku marah padamu. Aku merasa kamu tidak adil. Masalah sepele. Aku baru sadar waktu itu aku labil. Sangat labil malah. Sangat egois. Aku lebih mementingkan keperluan yang membuatku terlihat kekinian pada waktu itu. Kamu membalas dengan kemarahan. Kamu diam padaku selama beberapa hari. Begitu pun aku. Aku lupa bagaimana akhirnya kita baikan.

Dua bulan kemudian hari lebaran tiba. Seperti biasa, hari lebaran digunakan untuk saling berma'afan. Hari lebaran sebelumnya, aku tak pernah memikirkan segala dosa yang aku buat di hari-hari yang lalu. Aku pun tak pernah mengucapkan kata ma'af pada hari lebaran. Tapi hari lebaran itu aku sangat berbeda. Saat aku bersalaman denganmu, aku langsung memelukmu. Aku menangis. Aku menangis memelukmu. Aku mengeluarkan kata ma'af. Berulang-ulang aku meminta ma'af. Kamu mengeratkan pelukanmu. Kamu meng-iya-kan kata ma'af-ku. Aku ingat, aku punya dosa yang sangat besar padamu. Dosa yang seharusnya tidak pernah aku lakukan. Dosa karena sifat egosentris-ku padamu. Sampai sekarang aku masih ingat dosa itu. Mungkin takkan ku lupakan.

Dua bulan kemudian, kamu pergi meninggalkan-ku. Kamu pergi ke tempat yang sangat jauh. Tempat yang masih ada di dunia. Ku dengar tempat itu sangat berbahaya. Tempat yang selalu ada kematian setiap tahunnya. Tapi tempat itu adalah salah satu tempat yang ingin kamu kunjungi. Memang, kamu pergi tidak sendiri. Kamu pergi bersama teman-temanmu. Tapi aku tetap khawatir. Aku tak mau kehilanganmu. Aku tak mau jauh darimu.

Saat di rumah-mu, saat kamu berpamitan dengan orang-orang terdekatmu, kamu menghampiriku. Kamu menangis padaku. Kamu memberiku banyak pesan untuk waktu selama ditinggalkan-mu. Itu membuatku bertambah sedih. Aku ikut menangis. Kita sempat berpelukan di depan orang banyak. Aku tak peduli. Kita berpelukan karena kita saling menyayangi.

Selama ditinggalkanmu, kamu memberiku banyak kewajiban. Sesuatu yang tidak pernah ku rasakan sebelumnya. Termasuk aku harus menjaga diri karena jauh darimu untuk waktu yang lama bagiku. Walaupun kamu sedang jauh, hampir setiap hari kamu mengabarkan keadaanmu. Kamu selalu menceritakan tempat yang menurutmu indah itu. Sempat kamu berpesan untuk aku mengunjungi tempat itu dalam hidupku. Setiap hari pula aku selalu mendoakan keselamatanmu. Berharap kamu kembali dengan keadaan tubuh yang semakin sehat. Selama aku ditinggal, aku merindukan kebersamaan denganmu. Aku berubah jadi orang yang selalu merindu. Sangat rindu. Tak ada kata-kata lain untuk menggambarkan keadaanku waktu itu, kecuali kata "rindu".

Akhirnya selama sebulan setengah kamu pulang dengan selamat. Tidak ada kesan yang begitu indah untuk diceritakan saat kamu pulang dari tempat itu. Aku hanya bersyukur, akhirnya kamu pulang dengan tubuh yang semakin gemuk. Aku bersyukur, kamu telah kembali untuk bersama-sama lagi secara dekat. Aku tak menangis, karena kamu tak buat ku menangis.

Hal yang sama terjadi setahun kemudian. Tapi bukan kamu yang meninggalkan-ku. Aku lah yang meninggalkan-mu. Aku mengabarkanmu kalau aku diterima kuliah. Aku memberitahumu kalau kita akan berpisah di waktu yang lama. Tapi kamu terlihat sangat bahagia. Mungkin lebih tepatnya kamu bangga padaku. Bahkan kamu bersedia mengurus segala keperluan untukku di tempat yang ku sebut kota perantauan. Bukan hanya itu, kamu bahkan bersedia mengantarkan-ku ke kota perantauan. Tidak ada kesedihan di wajahmu.

Hari pertama aku di kota perantauan, aku sangat kesepian. Belum mengenal banyak teman di kota perantauan. Orang yang pertama ku rindu adalah kamu. Sepulang setelah mengantarkan-ku, kamu langsung menelfon-ku. Kamu langsung menanyakan keadaanku, kamu menanyakan teman-temanku. Sangat menggambarkan betapa sayang-nya kamu padaku.

Sekarang aku sudah semester 8. Selama 8 semester pula kamu yang selalu memberi ku semangat. Kamu yang selalu perhatian tentang kehidupanku di kota perantauan. Bahkan saat aku sakit, kamu rela datang ke kota perantauan, memintaku untuk pulang ke rumah agar kamu bisa merawatku.

Aku tak mengerti hatimu mengandung apa. Kamu sangat begitu sayang padaku. Saat aku jujur kalau aku mulai merokok, kamu tidak marah, padahal itu sangat dilarang olehmu. Ma'afkan aku, aku melanggar perintahmu. Tapi ku tahu, kamu kecewa. Untuk itu, aku akan selalu ingat, bahkan tulisan ini mungkin akan jadi pengingat. Aku harus membalas kasih sayang yang pernah kamu berikan.

Untukmu, yang hari ini berulang tahun ke 47 tahun. 11 Juni 1968. I love you...

Kamis, 04 Juni 2015

Manusia dan Kita Sebagai Mahasiswa

Halo June, please be awesome.

Banyak (atau beberapa) teman yang membuat pm di bbm seperti kalimat diatas. Ketika saya bangun tidur, penunjuk waktu di smartphone sudah 1 Juni 2015, waktu itu. Beberapa teman saya yang membuat pm demikian akan diwisuda bulan Juni di tahun ini. Lebih tepatnya teman satu kampus. Secara tidak langsung, saya mengucapkan kepada seluruh kolega saya, selamat atas keberhasilan melewati tahap perkuliahan. Semoga selalu berhasil melewati tahap-tahap selanjutnya. Amin...

Berbicara tentang wisuda, itulah tujuan dari masa kuliah. Itu pendapat saya. Kalau ada yang punya pendapat tentang tujuan kuliah bukan untuk diwisuda, terserah. Anda yang untung dan saya berusaha tak merasa rugi.

Saya orang yang terusik jika ada orang lain mendoktrin tujuan kuliah. Berbagai macam teori mereka keluarkan, berbagai macam aturan mereka sebutkan, berbagai macam kata-kata mereka atur untuk memberi kesan positif dari pendapatnya. Tidak salah memang, karena saya lah yang sebenarnya salah.

Selama saya kuliah, sempat ada perdebatan di kelas dengan tema "kenapa kuliah?"

Salah satu dosen membuka pertanyaan demikian, dan dosen mempersilahkan mahasiswa untuk mengeluarkan pendapatnya. Berbagai macam pendapat teman-teman keluarkan. Tak sedikit pula teman-teman yang lebih memilih diam. Salah satunya saya. Saya menyadari, jawaban saya tak semulia teman-teman. Kalau masih ada pertanyaan seperti itu untuk saya diluar forum seperti di kelas, sampai saat ini jawaban saya cuma satu : mewujudkan impian Mama saya.

Yah, sampai sekarang tidak ada jawaban semulia "mewujudkan impian Mama saya" dari saya. Entah kenapa, belum ada pemikiran jawaban "untuk memajukkan bangsa Indonesia, merubah kehidupan primitif bangsa Indonesia, dan lain sebagainya"

Kalau ada yang penasaran apa impian Mama saya? Kalian boleh bertanya langsung kepada saya. Bisa hubungi lewat Twitter @iam_irkham. Karena saya akan mengajak Anda untuk duduk menikmati secangkir kopi dan mendengarkan cerita. Ceritanya lebih lebay dari postingan ini. Yakin. Saya harap Anda tak perlu penasaran.

Balik ke topik...

Diwisuda adalah tujuan dari kuliah. Kalau Anda sepakat dengan pernyataan ini, lanjut lah membaca. Kalau tidak sepakat, saya perlu meyakinkan Anda untuk tidak melanjutkan membaca tulisan selanjutnya. Atau, emm... boleh lah, terserah.

Seperti halnya tujuan hidup. Tujuan hidup adalah untuk mati (atau menyelesaikan masa hidup). Kuliah pun sama. Tujuan kuliah adalah untuk menyelesaikan perkuliahan. Lihatlah saat orang meninggalkan dunia. Jasadnya mendapatkan upacara/ritual untuk mengantarkan mereka meninggalkan dunia. Kuliah? Mahasiswa diwisuda menggunakan toga dalam upacara penyerahan ijazah. Status mahasiswanya telah selesai.

Mungkin sesingkat diatas untuk saya memberikan analogi. Lain waktu mungkin dapat sharing tetapi saya menolak untuk berdebat. Saya yakin, masing-masing orang punya pemikiran yang berbeda. Dan berimbas kepada jalan kehidupannya yang berbeda pula. Saran saya, jangan terlalu dianggap serius kalau ada yang berbeda pemahaman dengan Anda.

Mungkin setelah membaca tulisan diatas akan muncul pertanyaan "Lalu, bagaimana masa depan mahasiswa yang punya jawaban mulia dengan jawaban 'mewujudkan impian Mama saya?'" Kata Wiz Khalifah sih : damn, who knows?

Salam,
Mahasiswa calon sarjana pendidikan yang punya mimpi jadi pengusaha kuliner.

Kamis, 28 Mei 2015

Coklat Panas Pait

Sore hari aku di warung kopi bersama dua orang teman. Aku sedang menghabiskan segelas kopi aceh arabika dan sebatang rokok produksi pabrik lokal yang di tengah-tengah jari tengah dan jari telunjuk. Ku hisap rokok yang dilanjut menyeruput kopi, kemudian ku semburkan asapnya dengan pelan dan halus. Aku selalu melakukan hal demikian secara berulang-ulang sampai rokok benar-benar tidak bisa dinikmati hisapannya. Sampai rokok ku matikan diatas asbak kaca berbentuk kotak.

Aku memalingkan pandangan ke arah pintu warung kopi ketika aku dan dua temanku selesai ngobrol dan saat mereka membalas chat di handphone-nya. Dari tempat dimana aku duduk sekitar 6 meter sampai pintu, ku lihat kamu menggunakan kaos hitam dengan jaket denim berwarna abu-abu pudar, celana jeans biru, dan sepatu skate berwarna putih. Ku lihat kamu seorang yang santai. Kacamata lensa bening dengan frame berwarna hitam menghiasi rambut depanmu yang terbelah sampai ke bagian atasmu. Dan rambut bagian belakang yang hanya sampai pundak mengurai. Kamu berjalan santai melewati pintu dengan dua orang di sebelah kananmu. Aku anggap kedua orang itu adalah temanmu. Kamu berjalan tepat di sebelah kiriku. Aku terus memandang ke arahmu, dengan sekejap matamu mendapati mataku. Aku sangat tidak ahli dalam menggambarkan wajah seseorang termasuk wajah yang ku maksud ini. Badanku membelakangimu saat kamu berjalan menuju kasir untuk memesan sesuatu.

30 detik kemudian aku melirik ke belakang, ke arahmu. Kamu masih melihat-lihat ke daftar menu.

Sekitar satu menit, kamu lepas dari kasir. Kamu bersama dua orang berkerudung memandangi tempat duduk kosong. Ku lihat temanmu yang berkerudung hitam menunjuk meja kosong di ujung ruangan. Satunya lagi temanmu yang berkerudung navy pergi ke dalam. Ku tebak dia ke kamar kecil. Kamu dan cewek berkerudung hitam pun memilih 1 meja dan 4 kursi. Kamu memilih posisi duduk yang membelakangiku. Begitu pun temanmu.

Kesal...

Ku sruput kopi. Ku lihat kedua temanku masih sibuk dengan handphone-nya. Satu masih membalas chat dengan wajah bahagianya dan yang satu buka-buka foto di Instagram.

Ku ambil handphone-ku. Nggak ada pesan atau pemberitahuan apapun. Biasa. Ku buka Instagram. Ku lihat beberapa foto yang ada di tab home dan tab aktivitas - following. Selesai, keluar Instagram. Ku buka TweetCaster Pro, aplikasi twitter di handphone. Ku lihat ada 100 tweet di timeline yang belum dibaca. Aku baca satu per satu dari tweet yang paling lama (20 menit yang lalu) sampai tweet yang paling baru (49 detik yang lalu). Nggak ada yang menarik untuk di-retweet atau di-reply. Keluar dari aplikasi TweetCaster Pro dan ku letakkan handphone di sebelah bungkus rokok sampoerna mild. Ku lihat teman-teman masih sibuk dengan handphone-nya.

Ku curi pandang ke arahmu. Kamu masih duduk membelakangiku. Temanmu yang berkerudung navy sudah bergabung denganmu. Dia memposisikan duduk berhadapan denganmu.

Ku lirik temanmu yang berkerudung navy. Sekilas. Bahkan aku nggak dapat balas lirikan oleh temanmu. Lesu.

Salah satu temanku membuka obrolan. Cerita tentang salah satu akun di Instagram yang dia follow. Akun cewek. Cantik. Paling tidak terlihat cantik di foto-foto Instagram-nya. Karena diantara teman-temanku belum ada yang melihatnya langsung. Aku dan teman-teman mulai mengeluarkan suara. Ngobrol lagi.

Lagi-lagi aku melirik ke kiri, ke arah kamu yang masih membelakangiku. Terlihat pelayan sedang menurunkan 1 gelas coklat dingin, 1 gelas jus alpukat, 1 botol air mineral, dan 1 mug yang berisi 'sepertinya' coklat panas. Sepertinya kamu memesan coklat panas dan air mineral. Pelayan tersebut kemudian pergi. Aku masih memandang bagian belakangmu yang tadi sudah aku pandang bagian depan. Aku ingin melihat bagian depanmu lagi. Melihat wajahmu lagi. Berharap kita saling memandang. Kenyataannya sulit kecuali aku mendekatimu dan berkenalan langsung.

Aku sudah punya pikiran kalau kamu nggak bakal melirik ke belakang---sampai benar-benar kamu pergi dari warung kopi. Ku sambung obrolan dengan teman-temanku.

Tapi aku tetap penasaran. Ku ingin melihat mukamu lagi.

Lagi, aku melirikmu. Tentunya yang masih terlihat bagian belakangmu. Kamu nggak pernah menengok ke belakang. Ku lirik teman yang ada di depanmu.

Satu kali...

Dua kali...

Tiga kali...

Empat kali...

Lima kali...

Aku melirik kamu dan temanmu. Berharap temanmu ada yang menyadarkanmu kalau kamu sedang diperhatikanku. Kadang aku menghiraukan obrolan teman-temanku. Aku lebih sibuk melirikmu.

Enam kali...

Tujuh kali...

Time is up...

Sepertinya teman yang berkerudung navy memberi tahumu. Aku langsung berpaling dan memandang teman-temanku. Aku berusaha menyambung obrolan dengan teman-temanku dengan berharap kamu melirik ke arahku. Aku mendapati 'angle' ke depan dengan jangkauan komposisi aku bisa melihatmu. Tetapi kamu masih nggak melirik ke arahku.

Semenit...

Dua menit...

Ada sekitar 6 orang keluar dari dalam warung kopi menuju pintu keluar. Rombongan itu mencuri perhatian orang-orang yang ada di warung kopi. Salah satu dari rombongan tersebut ada yang menjatuhkan handphone-nya. Aku sekilas melirik orang yang menjatuhkan handphone.

Tapi kemudian aku mencuri pandang. Memandangmu. Kamu terlihat menengok ke belakang. Melihat orang yang menjatuhkan handphone. Dan kamu memandangku. Kita saling memandang. Sepintas. Dan kamu langsung menghadap ke depan.

Sekarang kamu tahu, aku adalah orang yang sering memandangmu---melirikmu. Aku senang tapi tidak cukup bahagia. Kamu melirikku dibalik kaca matamu. Aku yakin kamu memandangku.

Sial. Aku nggak punya keberanian untuk mendekatmu. Dengan situasi seperti ini aku merasa nggak bisa mendekatmu. Sekalipun kamu adalah artis FTV idolaku, aku nggak mungkin mendekatimu untuk meminta tanda tangan dan foto bareng. Ini situasi yang rawan salting bagiku.

Ku kumpulkan rasa berani untuk berkenalan denganmu. Ku pikirkan segala cara untuk berkenalan. Paling tidak aku tau akun instagram dan twitter-mu. Atau sesuatu yang dapat membuat ku mengikuti kehidupanmu. Sesuatu yang update tentangmu. Path, mungkin? Tak masalah.

Aku masih sibuk melirik ke arahmu. Secara tiba-tiba ku ambil handphone di atas meja. Aku beranjak dari tempat ku duduk. Berjalan ke arahmu. Temanmu memandang ku mendekatimu. Aku berdiri di belakangmu. Aku melihat kamu meminum coklat menggunakan sendok. Aku masih berdiri di belakangmu.

Temanmu memberi kode menggunakan matanya. Aku paham kodenya. "Lirik ke belakang" begitu kira-kira arti dari kode yang diberikan temanmu. Kamu melirik aku yang sedang berdiri di belakangmu. Sekilas. Lalu kamu meminum kembali coklat menggunakan sendok.

Sedetik...

Dua detik...

Tiga detik...

Empat detik...

Aku masih berdiri di belakangmu tanpa mengeluarkan suara.

Lima detik...

Enam detik...

Kamu melirikku dan mengeluarkan suara "aku nggak bisa telepati, mas"

Kamis, 21 Mei 2015

Tim Sepak Bola Favorit

Seperti kebanyakan anak laki-laki lainnya, saat saya masih kecil berumur 4 tahun sudah bermain-main dengan mainan bola. Saat dimana belum pada tahap menyukai permainan olahraga yang menggunakan bola, tetapi orang tua sudah mengenalkan mainan berbentuk bundar tersebut. Entah untuk dilempar-lempar atau ditendang-tendang.

Sepak bola salah satu cabang olahraga yang memanfaatkan benda berbentuk bundar. Masuk ke tahap Sekolah Dasar, kepopuleran olahraga sepak bola menjadikan guru olahraga lebih dulu mengenalkan permainan sepak bola dibandingkan permainan basket, voli, atau sepak takraw.

Sejak kecil, tahun 2002-an, kecanduan menonton pertandingan sepak bola dimulai. Berawal dari rumah yang selalu rame di setiap ada pertandingan sepak bola di TV. Setiap ada pertandingan, teman-teman bapak selalu berkunjung ke rumah untuk menonton Liga Italia. Memang pada masa itu, TV adalah barang langka di lingkungan rumah. Pada masa itu pula Liga Italia – Serie A adalah liga paling populer dibandingkan Liga Inggris, Liga Jerman, apalagi Liga Spanyol.

Kepopuleran Liga Italia membuat tim Juventus menjadi tim yang paling ditunggu-tunggu pertandingannya. Bisa dibilang Juventus adalah tim sepak bola favorit pertama saya. Berawal dari mengenal pemain macam Alessandro Del Piero, Birindelli, Lilian Thuram, Igor Tudor, David Trezeguet, bahkan pelatihnya waktu itu : Marcello Lippi.

Skuad Juventus
Sampailah waktunya bulan puasa di bulan Oktober/November. Setiap jam 3 pagi selalu dibangunkan untuk sahur. Setiap sahur selalu nyambi nonton match UEFA Champion League. Dari sana mulai mengenal tim Real Madrid, Bayern Munchen, Arsenal, dan Manchester United. Mulai mengenal pemain-pemain seperti kiper legenda Jerman : Oliver Kahn, pemain Real Madrid : Raul Gonzales, dan pemain idola pertama karena tendangannya dan kegantengannya : David Beckham.
David Beckham

Mengenalnya tim-tim dari Liga Eropa lain membuat pilihan tim saat main Playstasion 1 lebih bervariasi. Tidak selalu menggunakan tim jagoan yang waktu itu Juventus. Seperti memilih Manchester United karena ada David Beckham, tetapi lebih sering menggunakan tim Real Madrid, yang waktu itu tendangan bebas dari Roberto Carlos menjadi favorit. Walaupun main PS menggunakan tim yang ganti-ganti, waktu itu mengakui sebagai fans Juventus. Alasannya karena jumlah scudetto-nya lebih banyak dari tim Italia lainnya.

Sekitar tahun 2006-2007, Liga Italia – Serie A sudah mulai malas ditonton. Secara pribadi, alasannya karena Juventus terkena skandal calciopoli dan dampaknya degradasi ke Serie B. Walau sebelumnya menjadi juara Serie A. Paling menyedihkan pada waktu itu adalah Juventus ditinggal sang pelatih : Fabio Capello, dan striker : Ibrahimovic. Nama-nama legenda seperti Alessandro Del Piero, Pavel Nedved, Camoranesi, Gianlugi Buffon, sampai David Trezeguet masih bertahan. Karena Juventus di Serie B, maka, TV lokal tidak ada yang menyiarkan pertandingan Serie B. Akhirnya, lebih sering menonton pertandingan Liga Inggris.

Manchester United yang menjadi favorit di Liga Inggris sudah ditinggal David Beckham ke Real Madrid, tapi punya pemain pengganti bernomor punggung 7, Cristiano Ronaldo. Setiap bermain PS mulai sering menggunakan Manchester United. Dari sana awal mula menyukai Manchester United secara tim. Terkadang begadang untuk nonton Manchester United bermain di UCL. Pada waktu itu, saya mengira rival abadi Manchester United adalah Chelsea. Karena setiap pertandingan Manchester United dan Chelsea sering terjadi keributan antar pemain. Ternyata rival abadi Manchester United adalah Liverpool.

On This Day, 21 Mei 2008, final UCL anatara Manchester United vs Chelsea. Masih ingat, itu adalah final UCL pertama yang saya tonton saat SMP. Seperti biasa, pertandingan Manchester United vs Chelsea sempat ada ributnya. Antara Drogba dan Teves ribut yang menyebabkan Drogba dikartu merah pada saat extra time. Pertandingan dilanjutkan adu pinalti. Saat Ronaldo gagal eksekusi, saya sempat pesimis, bahwa Chelsea yang akan menjadi juara. Tetapi tendangan John Terry juga meleset. Hingga akhirnya, tendangan dari Anelka menjadikan Manchester United menjadi juara UCL. Bahagia, senang, luar biasa, bisa menonton tim yang difavoritkan menjadi juara.

Final UCL 2008

Masuk SMA, dunia sepak bola seperti tidak terlalu menarik. Bahkan saat kelas X, teman-teman satu kelas saya lebih banyak yang menyukai olahraga voli. Mereka menganggap menyukai sepak bola adalah sesuatu yang mainstream. Sampai ekstrakurikuler sepak bola tidak ada yang mengikuti. Pelajaran olahraga pun didominasi bermain voli walau ada beberapa teman yang bermain sepak bola. Esktrakurikuler cabang olahraga voli dan basket yang paling banyak peminat. Saya masuk tim basket. Pada waktu itu, hobi menonton sepak bola mulai sedikit turun.

Kelas XI mulai bertemu teman-teman yang punya hobi menonton sepak bola. Mulai banyak membicarakan pertandingan dan pemain-pemain. Pada waktu itu, saya menyukai Juventus dan Manchester United. Diantara teman-teman, tidak ada yang terlalu fanatik dengan satu tim. Teman-teman dan termasuk saya pada waktu itu masih pada level menyukai suatu tim untuk dimainkannya ke dalam game virtual.

Masuk kuliah, di tahun 2011, bertemu teman-teman kos yang sangat fanatik dengan satu tim. Teman-teman menganggap, mereka yang menyukai lebih dari satu tim adalah bukan fan sejati atau disebut glory hunter. Akhirnya, seiring berjalannya waktu, membaca tentang kejayaan, keterpurkan, pemain dan pelatih legenda dari Manchester United membuat saya menyukai Manchester United. Perasaan untuk mendukung Juventus mulai menghilang.

Manchester United 2014/2015
Walau seorang fans layar kaca, tetapi menyukai Manchester United seperti saya memeluk agama. Saya beragama Islam, dan saya belum pernah ke tanah suci, Mekkah, Arab Saudi. Saya di Indonesia mempelajari ajaran-ajaran yang ada di agama Islam. Mempercayai dan berlindung kepada agama. Begitu pula dengan mengatakan bahwa saya adalah pendukung Manchester United. Saya belum pernah ke Old Trafrod, Manchester, Inggris. Tetapi saya mulai mengetahui sejarah klub, para legenda, masa kelam, masa kejayaan dari klub. Sebagai seorang yang menyukai olahraga sepak bola, saya berdiri dibawah klub Manchester United. Saya mempercayai kejayaan Manchester United yang pernah ada di tahun 1999 akan diulang oleh Manchester United di tahun-tahun mendatang.

Mulai musim 2013/2014, kebanyakan fans layar kaca merasa kecewa. MNC group tidak lagi membeli hak siar BPL karena tarif hak siar BPL naik sangat tinggi. Seperti ini tidak banyak pertandingan Liga Inggris di malam minggu atau malam senin. Walau begitu, fans layar kaca bisa menonton lewat TV berbayar atau via streaming. Akan tetapi langsung muncul kabar, bahwa FA akan blokir web yang menyediakan streaming gratis dengan alasan menghormati stasiun TV yang membeli hak siar BPL. Tapi nyatanya sampai sekarang masih banyak web yang menyediakan streaming gratis. Fans layar kaca yang tidak berlangganan TV kabel pun belum khawatir. Termasuk saya. Setiap Manchester United tidak ditayangkan di TV lokal, maka jalan satu-satunya adalah datang acara nobar atau streamingan. Walaupun harus keluar biaya untuk membeli paket internet yang kekauatan sinyalnya kuat dan kuota minimal 600 MB setiap pertandingan.

Old Trafford

Sekarang, membicarakan passion, jelas tidak selamanya ingin menjadi fans layar kaca. Semoga suatu hari nanti, bisa menonton langsung pertandingan Manchester United di Old Trafford, Manchester, Inggris. Amin.

Minggu, 17 Mei 2015

[Review] Mad Max Fury Road


Pertama kali tahu film ini ketika akun twitter @WBPicturesID bagi link video trailer bulan lalu. Pertama kali nonton trailer-nya cuma ngerti ini film mobil-mobil rongsokan yang ditabrak-tabrak, dan dibakar. “Nggak tertarik” pertama kali punya pikiran setelah menonton trailer. Kemudian ada lagi akun di Twitter yang upload gambar-gambar mobil yang dipake di film ini. Baru sadar, gambar mobilnya bagus-bagus dan nggak sekedar mobil rongsokan. Beberapa gambar mobilnya seperti ini :







Rasa penasaran muncul yang kemudian baca sinopsisnya di beberapa website. Diceritakan film ini tentang pertarungan di Padang pasir, manusia berjuang untuk hidup, seorang laki-laki yang kehilangan anak dan istrinya, dan seorang perempuan yang ingin pulang ke kota masa kecilnya. Semakin penasaran. Saat baca di bebarapa previewer tentang Mad Max, saya baru tahu kalau Mad Max ini film yang pernah ada di tahun 1970-1980an.

Tepat tanggal 13 Mei 2015, Mad Max Fury Road tayang di bioskop Indonesia. Seketika twitter rame dari retweet-an @WBPicturesID yang ngasih testimoni untuk film. Pikir saya, Ini wajar karena Warner Bros adalah rumah produksi dari Mad Max.

Dua hari setelah tayang perdana, saya memutuskan untuk menonton. Pas beli tiket, nggak seperti beli tiket Furious 7 atau The Avenger 2 yang harus ngantri panjang. Pas milih tempat duduk sedikit ragu karena tempat duduk masih dominasi warna ijo. Demi mengobati rasa penasaran, saya putuskan tetap menonton Mad Max.

Cinema XXI di Paragon, Semarang.

Sekarang, saya mencoba kasih sedikit preview atau mungkin memberikan testimoni dari sudut pandang pribadi yang nggak punya pengetahuan tentang trilogi film Mad Max di tahun 1970-an.

Bingung harus mengeluarkan kata-kata awalan seperti apa.

Rongsokan, brutal, unik, panas.

Film yang hanya berlatar belakang padang pasir dan hampir tidak terlihat pohon hijau atau tanaman segar. Sangat kering. Tokoh dan mobil dalam cerita yang unik-unik. Entah lah, harus menggambarkan Immortan Joe dan para pengikutnya itu manusia atau zombie? Dan entah lah bagaimana memodifikasi mobil yang unik-unik.

Film ini dibuka dari perkenalan Max yang diculik sekelompok zombie saat di padang pasir. Suara anak perempuan kecil sering muncul memanggil-manggil nama Max. Sepanjang film, tidak diperkenalkan siapa anak kecil yang tergambar berwajah pucat dan muka berdarah tersebut.

Sekelompok zombie yang menculik Max adalah anak buah Immortan Joe. Immortan Joe adalah seorang penguasa dengan dandanan yang cukup unik karena maskernya. Layaknya tokoh Bane dalam film Batman The Dark Night Rises (2012), Immortan Joe menggunakan masker dengan oksigen yang menempel di leher bagian belakang. Immortan Joe mencuci otak para zombie yang dinamakan War Boy untuk memuja dirinya dan tujuan akhir adalah gerbang Valhalla. Selain itu, Immortan Joe berkuasa dengan mengendalikan sumber daya air untuk manusia. Dalam film, saat dia membuka sumber daya air yang mirip air terjun, dia mengatakan kepada manusia, bahwa manusia tidak boleh bergantung pada air. Karena itu akan membuatnya semakin terpana. Kira-kira begitu kalo nggak salah.

Tidak lama dari awal penayangan film, sebuah masalah dari film datang ketika Furiosa menyimpang tujuan dari misinya, yaitu mengambil sumber bahan bakar menggunakan War Rig, mobil yang mirip mobil tangki pertamina tetapi lebih besar dan panjang. Mengetahui hal tersebut, Immortan Joe langsung menuju ruangan para induk, ternyata para induk telah hilang. Immortan Joe langsung menggerakkan seluruh anak buahnya untuk perang demi membawa pulang para induk yang dibawa oleh Furiosa.

Inilah awal dari kejar-kejaran dalam film. Bagaimana Furiosa ingin membawa para induk kabur dari tempar Immortan Joe menuju ke suatu tempat yang bernama Green Place. Para induk ini hanya dijadikan seseorang yang dapat mengandung bayi untuk keturunan dari seorang Immortan Joe. Sedangkan Green Place digambarkan suatu tempat yang istilahnya hijau diantara luasnya padang pasir.

Kejar-kejaran antara Immortan Joe didampingi seluruh anak buahnya dengan Furiosa bersama para induk terus berjalan sepanjang film. Max, yang diculik untuk dijadikan “kantong darah” War Boy dipasung di depan mobil salah satu War Boy yang ikut berperang. Singkat cerita, akhirnya Max terbebas telah menjadi kantong darah saat mobil War Boy yang membawanya masuk ke dalam badai pasir. Setelah melewati scene yang masuk ke dalam badai pasir, Max dan Furiosa bertemu. Furiosa bersedia membantu Max untuk pergi dari tempat Immortan Joe walau sebelumnya harus berkelahi diantara mereka berdua untuk menentukan saling membunuh atau saling membantu.

Adegan kejar-kejaran yang sangat brutal menjadi sesuatu yang benar-benar harus diakui apik dan absurd. Scene dimana dalam peperangan membawa gitaris yang memainkan gitar elektrik lengkap dengan amplifier gede adalah sesuatu yang paling absurd bagi saya.



Dari segi alur cerita, Mad Max banyak menampilkan sesuatu yang membingungkan. Tetapi sekali lagi, hal tersebut tidak akan membingungkan apabila menonton triloginya di tahun 1970-an. Latar belakang padang pasir membuat komposisi dalam layar sangat luas. Saya menyadari harus melihat banyak adegan dalam satu layar saat Furiosa dan Max ingin kembali ke tempat Immortan Joe. Minimnya CGI dengan beberapa adegan-adegan yang berbahaya membuat film terlihat benar-benar nyata.

Sulit untuk menebak nilai yang disampaikan dalam film ini layaknya seperti film lain yang mengandung makna atau pesan moral. Kecuali dalam diri seorang Furiosa. Wanita cacat yang mampu mengendarai War Rig dan mampu bertarung dan melawan kekuasaan kotor dari sang penguasa. Atau mungkin film ini disajikan untuk menghibur penontonnya dengan aksi kejar-kejaran menggunakan mobil-mobil unik yang sangat brutal. Ini membuat saya berfikir, Mad Max Fury Road adalah Fast and Furious versi Warner Bros.

Kamis, 14 Mei 2015

2 Fast 2 Furious, Film Favorit Pertama

Brian : You cannot go without say good bye
Saya percaya, pecinta film yang mengikuti serial film Fast and Furious kenal dengan Brian O’conner yang diperankan oleh Paul Walker. Aktor tersebut telah meninggal dunia pada 1 Desember 2013 karena kecelakaan mobil. Pasti sudah tahu juga, saat dia meninggal, proyek serial film Fast and Furious sedang berjalan dengan serialnya yang ke-7. Disini saya akan menceritakan kembali tentang Fast and Furious dan beberapa yang membuat saya masih menyukainya.

Akhirnya film yang berjudul Furious 7 pun tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 1 April 2015. Seperti yang diberitakan sebelum film ini tayang, bahwa peran Brian masih tetap hidup. Ya! sosok Brian tetap hidup di sepanjang film. Bahkan kecanggihan CGI berhasil membuat saya bingung. Scene mana yang menggunakan Paul Walker asli dan yang bukan Paul Walker. Kecuali di scene akhiran antara Brian dan Dom saat mereka berdua berada dalam mobil masing-masing. Senyuman dan mimik wajah Brian dalam mobil Toyota Supra lebih mirip Cody Walker.

Scene perpisahan yang begitu manis sukses membuat saya sangat menyukai film Furious 7. Saya ingat, scene itu mirip dengan scene terakhir di film Fast and Furious (2001). Bedanya, scene terakhir di film tersebut adalah akhir dari pertarungan antara Brian dan Dom yang kemudian menjadi awal dari persahabatan mereka di film Fast and Furious 4 (2009). Sedangkan di scene terakhir Furious 7 digambarkan bahwa Brian menyusul Dom yang pergi tanpa pamitan. “You cannot go without say goodbye” adalah dialog Brian kepada Dom saat mobilnya berhenti di sebelah kiri Dom. Kemudian mereka berdua jalan menggunakan mobil berjejeran tanpa kebut-kebutan. Akhir film, mereka berdua memilih jalan yang berbeda di persimpangan. Backsound lagu See You Again – Wiz Khalifa ft. Charlie Puth sempat membuat air mata tiba-tiba menetes. Scene ini membuat saya bertanya-tanya. Apakah ini awal dari kehilangan Brian untuk film Fast and Furious selanjutnya? Atau sekedar scene perpisahan untuk menghormati Paul Walker?

...one last ride..

Mengulas sedikit tentang hal tersebut. Dominic Toretto mengucapkan kalimat “one last ride” sebelum memulai pertarungan dengan Deckard Shaw yang diperankan oleh Jason Statham. Mungkin maksud dari kalimat tersebut adalah pertarungan yang terakhir. Karena sebelumnya Dom sudah menikmati hari-harinya bersama Letty, Brian yang sudah memilih mengemudi mobil keluarga ketimbang mobil balap.

Mundur di film Fast Five, ketika pertama kali kelompok Dom bertemu untuk sebuah misi merampas uang milik gembong narkoba : Hernan Reyes. Sebelum memulai perang, Dom menyampaikan pidato singkat kepada kelompoknya, bahwa keluarga adalah harta yang paling penting. Mulai dari pidato Dom ini, menurut saya film serial Fast and Furious selanjutnya menjadi film keluarga yang ber-genre action.

Selanjutnya di film Fast and Furious 6, ketika seluruh kelompok sudah menikmati kehidupannya masing-masing. Seperti Brian bahagia bersama Mia yang melahirkan anak mereka, Dom yang memulai kehidupan baru bersama pacar barunya : Elena. Awal scene, Brian dan Dom menggunakan mobil sedang kebut-kebutan menuju tempat kelahiran anak Brian. Saat Brian akan masuk mellihat persalinan, Dom mengatakan kepada Brian, bahwa setelah masuk ke pintu persalinan, kehidupannya akan berubah. Masalah dalam film mulai muncul ketika Hobbs mendatangi kediaman Dom dengan tujuan meminta bantuan kepada Dom dan kelompoknya. Hobbs membutuhkan kelompok Dom untuk menangkap Owen Shaw dengan imbalan bebas dari daftar buronan dan mendapatkan Letty kembali. 

Dari beberapa alur cerita film tersebut sudah jelas, bahwa serial film Fast and Furious masih menyajikan cerita. Sekarang, bagaimana dengan Fast and Furious 8 yang kabarnya akan tayang pada tanggal 14 April 2017? Apakah Brian masih muncul dengan sosok Paul Walker? atau malah film tentang kehilangan Paul Walker? Yang jelas banyak kabar tentang film Fast and Furious 8 adalah persembahan dari Paul Walker. Kabarnya Kurt Russell yang menjaga Mia di film Furious 7 menjadi benang merah untuk film Fast and Furious 8. Bagaimana cerita dalam Fast and Furious 8, saya berdoa semoga diberi kesehatan dan umur pajang untuk bisa menontonnya.

Sekedar berbagi cerita, bahwa pertama kali saya menyukai film adalah film 2 Fast 2 Furious karena dulu sering tayang di TV. Kemudian saya telat mengetahui ada film Fast and Furious pertama setelah banyak menonton film 2 Fast 2 Furious. Film Tokyo Drift sempat membuat saya kecewa. Alasannya tidak ada tokoh Brian O’Conner dan Roman Pearce. Kerjasamanya, kekonyolannya, keberaniannya, sering menjadikan bahan fantasi saat saya tumbuh dewasa bersama teman-teman.

Dalam film 2 Fast and 2 Furious juga mengisahkan para pembalap Miami yang melawan polisi. Saat masih SMP, jujur, saya sempat tidak menyukai Polisi. Saya punya pengalaman ditilang dan kena denda karna membawa motor belum punya SIM. Menonton film 2 Fast 2 Furious pada waktu itu benar-benar seperti membenarkan bahwa Polisi harus dilawan. Tentunya itu adalah pemikiran yang salah. Tetapi seklailagi, itu dulu, masa lalu, saat masih SMP kelas 1.

Mulai dari Fast Five, serial film action ini sering menonjolkan nilai kekeluargaan. Bagaimana menceritakan bertarung di jalan, bertarung dengan para penguasa dengan cara jalanan adalah beberapa plot yang menunjukkan ini adalah film ber-genre action. Tetapi bagaimana kakak yang menjaga adiknya, bagaimana sahabat menolong sahabatnya, kerenggangan dalam persahabatan kemudian bersatu dalam persahabatan adalah pesan moral yang paling saya suka.